Kamu selalu mengajariku mengais-ngais masa lalu Memaksaku untuk kembali menyentuh kenangan Terdampar dalam bayang-bayang yang kau gurat secara sengaja Seakan-akan sosokmu nyata Menjelma menjadi pahlawan kesiangan Yang merusak kebahagiaan Dalam kenangan kau seret aku perlahan Menuju masa yang harusnya aku lupakan Hingga aku kelelahan Hingga aku sadar bahwa aku sedang dipermainkan Inikah caramu menyakitiku? Inikah caramu mencabik-cabik perasaanku? Apa dengan melihat tangisku itu berarti bahagia buatmu? Apa dengan menorehkan luka di hatiku berarti kemenangan bagimu? Siapa aku di matamu? Hingga begitu sulit kau melepaskanku dari jeratanmu Apakah boneka kecilmu ini dilarang untuk bahagia? Apakah wayang yang sering kau mainkan ini dilarang untuk mencari kebebasan? Mengapa kau selalu perlakukan aku seperti mainan? Kapan kau ajari aku kebebasan? Ajari aku caranya melupakan! Meniadakan segala kecemasan Meniadakan segala kenangan Nyatanya derai air mataku Hanya disebabkan olehmu Ajari aku caranya melupakan Sehingga aku lupa caranya menangis Sehingga aku lupa caranya meratap Karena aku selalu kenal air mata Aku hanya ingin tertawa Sehingga hati aku mati rasa akan luka https://soundcloud.com/dwitasari/musikalisasi-puisi-mengais
Berat
Ada bayang yang tak pernah pergi
Ada nama yang s’lalu mendiami
serta seutas wajah yang menerangi
Pada hati…bangkitkan semangat diri
tuk lalui hari-hari
Meski kutau bagiku takkan mungkin lagi ada dirimu
Tetap saja kubiarkan engkau mendiami seluruh taman asa
di antara kuntum bunga mawar yang pernah ada diantara kita
Merekah indah diantara ‘harap dan nyata’
Ada keyakinan yang tak terbeli
Oleh ribuan hari-hari penantian hati
Susuri hidup… walau tertatih seorang diri
dan kau tetap disana, diami sudut paling sunyi
oleh : NOVEL VALENTINO
Label: PUISI
Yang Di Sana
Ada kata tiada rupa
Ada rupa dulu tiada kata
Yang di sana tak mungkin terlupa
Saat wajah tak bertatap lagi
Dalam jalani sulitnya hidup disni
Yang di sana terus berkata 'berpikirlah'
Terus terang dan terang terus lah yang disana
Terangi kegelapan ini
Nyalakan penerang yang di sini.
Meski jarak membentang
Laut melintang dan gurun pasir menghalang
Yang di sana tentulah tetap satu kata
Yang di sana pasti masih punya 'rasa'
Yang di sana tak mungkin berubah
Kepada yang di sana
ku ucapkan 'terima kasih'
Untuk yang di sana
Ku berharap menanti
Menanti ketulusannya
Kerinduanya
Dan kepedulianya di luar dunianya
Yang di sana adalah dikau yang dulu di sini
Yang di sana adalah sejarah yang terukir di sini
Yang di sana adalah yang dulu saling berbagi
Kaki Bumi, 8 september 2009 {Qomaruddin Siregar}
Label: PUISI
Puisi Tanpa Judul
Jika kau merasa sedih, menangislah. .. Tapi jangan meratap
Jika kau merasa senang, tersenyumlah. .. dan jangan tertawa terbahak-bahak
Cukuplah dirimu menjadi dirimu yang secukupnya
Tidak perlu berlebih
Tidak perlu berlarut
Semuanya datang dan pergi, begitu saja tanpa permisi
Dan waktu kita hanya tinggal beberapa bulan lagi
Inilah ujian yang sesungguhnya
Ujian akan kesabaran,
Ujian akan komitmen,
Ujian untuk mendewasakan
Dan bila, datang ujian melanda
niscaya kau akan gundah
resah
hingga bertanya-tanya hal yang bahkan pernah mengundangmu kepadanya
dan kau akan menangis, pasti menangis
dan pada saat itu, yang bisa kulakukan hanyalah meminta maaf
karena hanya itulah yang paling realistis yang dapat kulakukan
dan pada saat itu, kuyakinkan kau satu hal
bahwa aku akan jauh lebih menderita dari apa yang kau rasakan
Dan kelak, ketika semua berjalan dengan sebaik-baiknya
maka tidak ada yang lain kita peroleh
selain kebahagiaan dan pertalian yang jauh lebih erat dari sekarang
Semuanya adalah permainan
dan misi kita adalah memenangkan permainan ini
kakak tercinta NOVEL VALENTINO
Label: PUISI
Puisi Aja
Ini senja yang tak sempurna buat kita
Janganlah berduka atasnya
Tak bisa kukembalikan hari-hari yang telah pergi
Tapi bisa kucoba sempurnakan kenangan ini didalam hati
Dicelah rimbun pohon ini
Tetap coba kumpulkan diriku yang terserak kini
Yaitu daun-daun kering diperkarangan hati
Berharap aku bisa sedikit mengobati
Aku tak kan memilih
Tuk mendekap luka ini seorang diri
kakak tercinta NOVEL VALENTINO
Label: PUISI
Aku Tetap Mencintaimu Di antara mereka-mereka yang telah hadir
semilir angin getar merengkah
gelora renjana teramat sangat
dalam pacu-pacu waktu yang tak tertahankan
pada bilik ruang yang tak ternampakan
jujur aku merindukanmu
ketika tahu semua telah jauh berlalu
ku cari bayanganmu
ketika malam tak lagi menampakkan wajah lugu
Kerinduan tanpa batas menghantui hari-hariku menembus
alam dimensi Fana yang tak terelakan
Kerinduan tanpa batas membawaku jatuh ke garis titik nadir
dalam kehidupan yang terus berlari tanpa henti
ku sadari kini
Ada Dinding pemisah yang tebal antara aku dan kamu
kini ada mereka untuk mu dan ada mereka untuk ku
membuat semua tak mungkin kembali lagi
Walau jauh di lubuk hati
Aku tetap mencintai mu, dengan sejuta rasa
Walau ku tahu cintamu kini untuknya dan dia
begitu juga cintaku untuknya dan dia pula
Dengan sebait laras hati kutetap ucapkan
Aku tetap mencintaimu diantara mereka-mereka yang telah hadir
Depok 30 Desember 2009
ERWIN Arianto
Label: PUISI
Tanpa Setahumu
dari jauh ini diam-diam kuikuti dirimu
tanpa setahumu
kuamati perkembanganmu selalu
juga tanpa setahumu
kutahu
kau bahagia di sana
kutahu kau sudah lupa masa lalu kita
kutahu semuanya tentang dirimu
tentang hari-harimu
perjalananmu
tempat-tempat yang kau singgahi
walau bertahun-tahun telah berlalu
padamu, aku tetap seperti dulu
masa lalu denganmu, satu-satunya milikku
satu-satunya penghubung antara kau dan aku
satu ruas jalan
kenangan dalam perjalanan panjang ke masa kinimu
kenangan yang mungkin tak pernah singgah lagi
bahkan dalam mimpimu
biarlah kumiliku sendiri kenangan ini
biarlah kau tak tahu
aku masih cinta padamu
terkadang ingin kulayangkan , dari jauh ini, sepatah
tegur sapa
ingin aku menyapamu
ingin aku menanyakan kabarmu
ingin aku bercerita tentang perjalanan panjang
setelah kita bagai tak lagi saling
mengenal
ingin aku mendengar ceritamu
tentang liku pengalamanmu
tentang insan-insan yang kau sayangi
tapi aku ragu
aku ragu bagaimana kau akan menanggapi sebuah
masa lalu
aku ragu bagaimana kau akan menafsirkan
persimpangan jalan nasib kita
ketika kau mengayun langkah ke utara dan aku ke
salatan kehidupan
aku juga tak tahu
apakah ini karena salahku
atau salahmu
atau apakah itu sejak awal memang sudah
tersurat, namun aku tak mampu membacanya dari yang tersirat
aku tak mau membangkitkan cinta yang sudah lama
kubiarkan tidur.
aku tak mau mengingatkan bahwa aku pernah menjadi bagian dari masa lampaumu
teruskanlah hidupmu
teruskanlah…..
biarlah aku mengintip dari jauh
semakin kau
tampak bahagia
semakin aku merasa kau adalah pilihan yang
benar
sekalipun tak pernah kumiliki
Penulis : kakak tercinta NOVEL VALENTINO
Label: PUISI
Sekedar Kata-kata
Kesunyian ini telah hampir berganti
Gamang ini telah hampir selesai
…….
Tapi rasa takut ini terus saja mengikuti
Aku takut tak sampai
Aku takut asa ini hanya sebatas angan …
Ketika tatapannya memberikan keteduhan
Ketika genggamannya memberikan ketenangan
Ketika kata-katanya mengalun bagai simfoni
Ketika bersamanya hadirkan kenyamanan.
Jangan pergi biru
Jangan pergi karena ku tak ingin menangis lagi
Jangan pergi karena kau tahu aku tak akan mampu lagi
Jangan pergi karena aku membutuhkan mu …..
Tetaplah disini
Terus disini temani aku
Merangkai waktu yang tak pernah berhenti memberi cinta ….
penulis : kakak tercinta NOVEL VALENTINO
Label: PUISI
Aku Bisa menulis Puisi Paling Lirih Malam Ini
Aku Bisa menulis Puisi Paling Lirih Malam Ini
terjemahan sajak Pablo Neruda oleh Syaiful Bahri
Aku bisa menulis puisi paling lirih malam ini
Menulis, bagai malam pecah
Dan bintang biru begetar di jauhan
Angin malam Berkelindan dan bernyanyi di cakrawala
Pada memalam seperti ini harusnya kurengkuh
Dia di lenganku
mengecupnya berulang diselingkup langit tanpa
muara
sesekali ia mencintaiku, dan aku cinta ia pula
Bagaimana seseorang acuh pada matanya yang dalam
Aku bisa menulis puisi paling lirih malam ini
Dalam renung tak tergapai, dan rasa ia tak tercapai
menyimak malam larat, bertambah larat sebab ia tiada
dan puisi jatuh di jiwa
seperti embun di padang rumput
percuma cintaku, menjaganya pun tak mampu
malam pecah dan ia jauh
itu saja. seseorang bersenandung di jauhan. di jauhan
jiwaku larat dan ia jauh
mataku mencarinya, sebagaimana aku juga
hatiku mencarinya. dan ia masih jauh
malam sama putihkan pepohon sama
kita, pada saat sama, tak lagi sama
tak lagi aku mencintanya, sungguh, tapi nyatanya masih
suaraku mencoba mencari udara yang mampu berdenting di telinganya
asing. perlahan dia menjadi asing. seperti kekecupanku sebelumnya
suaranya yang andai, tubuhnya yang lampai, matanya yang rinai
tak lagi aku mencintanya, sungguh, tapi mungkin masih
cinta terlalu lekas, buat lupa waktu tak bisa diringkas
karena pada memalam seperti ini harusnya kurengkuh
Dia di lenganku
jiwaku larat setelah dia tiada
walau setelah ini tak kan ada luka yang disebabkannya
dan puisi ini yang terakhir ku tuliskan untuknya
penulis : kakak tercinta NOVEL VALENTINO
Label: PUISI
puisi tanpa judul
Tatapmu tajam...
menusuk...
hingga aku tak kuasa bernapas ...
namun pelukmu hangat...
nyaman ...
hingga ku rasa bahagia ...
bahagia yang sempat terenggut paksa
kini hadir kembali
membawa satu keyakinan
bahwa ia takkan pernah pergi lagi ...
Bersyukur Tuhan...
Kau kirim ia untuk menemani aku
lalui sisa umurku ...
Label: PUISI
Untukmu Kekasihku
Kau datang tanpa ku pinta . .
Dekatiku tanpa rasa curiga . .
Awalnya memang biasa . .
Tp kemudian ku rasa beda . .
ada satu rasa tercekat d hati . .
Tak bisa ku ungkap . .
Dan tak kuasa ku jelaskan . .
Aneh memang . .
Karena aku tak pernah begini sebelumnya . .
hari itu . .
Kau nyatakan cinta . .
Aku pun membalasnya . .
3 kata yg ku ucap . .
I LOVE U . .
aku tau kau seperti apa . .
Aku paham apa inginmu . .
Sejak awal aku sadar bahwa kau laki2 dingin dan cuek . .
Tapi hatiku mengakui , , aku menyayangimu . .
Dengan semua kekuranganmu . .
Dan aku berharap kau pun begitu . .
kini . .
Aku harus memilih . .
Menjalin kasih dengan laki2 dingin yg penuh dengan keangkuhan . .
Atau aku harus menjalin cinta dengan laki2 lembut dan penuh perhatian . .
aku bingung . .
Tak mengerti . .
Entah mesti ku pilih siapa . .
aku pun merenung memikirkannya . .
Dan berusaha bijak . .
Mencintailah kekurangannya . .
Maka segalanya akan terasa indah . .
Dan akan menjadi sebuah kebahagiaan kelak . .
Itu harapanku . .
dan aku pun memilihmu . .
sem0ga pilihanku adalah sebuah pilihan yg tepat . .
Aku tak kan menyesali apa yg ku pilih . .
SEBAB AKU MENCINTAIMU DENGAN SEMPURNA . . .
Label: PUISI
SINAR
ketika kubuka mata...
seraya sinar itu datang dan berkata...
"aku dikirim TUHAN untuk menjagamu dalam setiap denyut nadimu"
aku hanya diam tertegun,,,tak dapat berkata...
hanya mampu terpana...
sinarnya begitu indah...
menyadarkan aku,,,ia tak pantas ku sia-siakan...
terimakasih TUHAN...
Kau izinkan aku bersua dengannya...
sinar itu tak kan pernah ku izinkan LENYAP...
tetap di sini...
dan selamanya di sini...
di hatiku...seumur hidupku...
Label: PUISI
CINTA TAKKAN BERAKHIR INDAH
Satu kata tertulis di jiwa...
Membekas...
Lekat...
Bersama satu asa...
Rasa itu ada...
Diam di sini...
Dan tak kan pernah pergi...
Cinta bilang setia...
Sayang ucap kejujuran...
Semua indah...
Semua fana...
Meski kadang kurasa semu...
Semu...sebab dia tak selalu bersama...
Bayang2 keraguan sirna...
Seolah aku yakin dia kan selamanya...
Aku pun berharap begitu...
bagiku ... cinta tak kan pernah berakhir INDAH....
Sebab cinta TAK HARUS BERAKHIR..
Label: PUISI
CINTA DAN KEMUNAFIKAN
Goresan pena pada secari kertas
Mengungkap...
Menguak...
Apa yg ada d benakku...
Ingin teriak...sulit
Ingin lari...tak aku tak mampu
Cahaya hati perlahan temaram..
Kalbu bergejolak
Meminta...memohon
Agar tiada lagi kemunafikan
Aku cape
Aku lelah
Tp dimana aku harus bersandar???
Rasanya ingin sekali aku mati
Tinggalkan luka yg teramat perih...
Sebab Sungguh kejam apa yg kuterima...
Namun cintaku pada diriku sendiri menguatkan aku...
Membangkitkan semangat...
Percaya semua kan ada hikmahnya...
Label: PUISI
pesan terakhir untuk SANG LAKNAT !!!!
bisakah kau bayangkan bagaimana rasanya jadi aku???
mampukah kau mengerti bahwa aku punya hati...
sanggupkah kau pahami betapa kau sakiti hati ini...
ketika kau bertemu aku..kau bilang aku segalanya...
saat kau ungkapkan rasamu...kau bilang hanya aku yang kau cinta...
tapi apakah itu BENAR ???
rasanya TIDAK...!!!
aku hanya kau jadikan PELAMPIASAN mu agar kau bisa kembali ke pelukannya...
sungguh kejam...
Bodoh...
bodohnya aku mempercayai janji-janji manismu...
aku tulus...
tak pernah menuntutmu apa-apa...
namun mengapa ini yg aku terima???
sungguh LAKNAT perbuatanmu menyakiti aku...
apalah artinya kejutan di hari ulang tahunku???
apalah artinya bunga mawar ???
bunga terakhir....
mungkin itu tanda perpisahan kita...
yang aku terima adalah resiko aku mencintaimu...
mencoba ikhlas...
meski sulit...aku yakin bisa...
doa terakhirku untukmu...
semoga kau bahagia dalam hidupmu...
dan pesan terakhir untukmu...
manusia laknat akan tetap laknat !!!
lakukanlah apa yang menurutmu itu BENAR !!!!
Label: PUISI
Untukmu Kekasihku
Kau datang tanpa ku pinta . .
Dekatiku tanpa rasa curiga . .
Awalnya memang biasa . .
Tp kemudian ku rasa beda . .
ada satu rasa tercekat d hati . .
Tak bisa ku ungkap . .
Dan tak kuasa ku jelaskan . .
Aneh memang . .
Karena aku tak pernah begini sebelumnya . .
hari itu . .
Kau nyatakan cinta . .
Aku pun membalasnya . .
3 kata yg ku ucap . .
I LOVE U . .
aku tau kau seperti apa . .
Aku paham apa inginmu . .
Sejak awal aku sadar bahwa kau laki2 dingin dan cuek . .
Tapi hatiku mengakui , , aku menyayangimu . .
Dengan semua kekuranganmu . .
Dan aku berharap kau pun begitu . .
kini . .
Aku harus memilih . .
Menjalin kasih dengan laki2 dingin yg penuh dengan keangkuhan . .
Atau aku harus menjalin cinta dengan laki2 lembut dan penuh perhatian . .
aku bingung . .
Tak mengerti . .
Entah mesti ku pilih siapa . .
aku pun merenung memikirkannya . .
Dan berusaha bijak . .
Mencintailah kekurangannya . .
Maka segalanya akan terasa indah . .
Dan akan menjadi sebuah kebahagiaan kelak . .
Itu harapanku . .
dan aku pun memilihmu . .
sem0ga pilihanku adalah sebuah pilihan yg tepat . .
Aku tak kan menyesali apa yg ku pilih . .
SEBAB AKU MENCINTAIMU DENGAN SEMPURNA . . .
Label: PUISI
